Pada awalnya Sigma 18 memiliki anggota sebanyak 21 mahasiswa, namun sekitar semester 4 (empat) dua orang memutuskan untuk keluar dari Sigma 18 dan memilih untuk Bergabung dengan Pi Generation di kelas Sebelah. sedangkan seorang lagi memutuskan untuk pindah ke universitas yang lebih baik. (*Daftar Anggota Terlampir di akhir Artikel ini)
dalam beberapa sumber dan referensi yang ada, bahwasanya Sigma 18 didirikan secara resmi dan sah pada 12 April 2019. sedangkan beberapa bulan kebelakangya, kelas A matematika tersebut belum memiliki nama yang resmi.
Dalam sejarahnya Sigma
18 telah beberapa kali berganti Pemimpin beserta jajaran kabinet kerjanya.
Diketahui bahwasanya
Sigma 18 memiliki Wali kelas bernama Bu Angra Meta S.Pd.. M.Pd yang secara defakto
merupakan Wali Besar Sigma 18 yang secara Yudikatif bertanggung jawab atas keberlangsungan Sigma 18.
Sekitar tahun 2018 di
bulan September, secara mengejutkan Bu Angra Meta M.pd mengusulkan untuk
melaksanakan pemilihan Pemimpin Kelas A, hanya saja tidak ada satu orang pun
yang berani untuk mengajukan diri sebagai pemimpin yang memiliki Integritas dan
berdedikasi tinggi.
Namun tiba-tiba dengan
kewenangan-nya Bu Angra Meta memilih secara paksa Pemimpin dan jajaranya
sendiri, Pada awalnya Bu Angra Meta memilih Restu Ramdani dan Rusdi Attamami
sebagai kandidat kuat untuk menjadi pemimpin tertinggi, namun karena berbagai
alasan yang tidak bisa di jelaskan secara mendetail secara hormat Rusdi
Attamami memilih untuk mengundurkan diri dari kandidat Demokrasi. Dan secara
otomatis, kursi kepemimpinan jatuh ke tangan Restu Ramdani.
(Founding Father or
First Leader Of Sigma 18)
Menelusuri Latar Belakangnya; Restu Ramdani adalah Seorang Mahasiswa yang berasal dari kecamatan Pamarican yang terletak di sebelah tenggara Ciamis. Berlatar belakang sekolah pelayaran di SMKN 1 PANGANDARAN dan lulus pada tahun 2017 yang kemudian meniti karir menjadi penangkap ikan paus dan lumba-lumba serta ikan-ikan kecil untuk di jadikan Sarden makanan kaleng. Namun Karirnya sebagai seorang pelaut, tidak semulus film animasi One Piece yang berhasil mengarungi samudera ganas dan menakutkan, Restu Ramdani mencoba peruntungannya untuk mengikuti beberapa Sekolah Tinggi Nasional namun gagal dan selalu gagal, hingga pada akhirnya Restu Ramdani memilih untuk pulang ke kampung halamannya dan mengabdikan dirinya untuk merawat Orang tuanya. Tidak ingin anaknya menganggur akhirnya Restu Ramdani di masukan ke dalam Universitas Galuh Ciamis Fakultas Pendidikan Matematika oleh sang ayah yang juga merupakan Guru di Sekolah dasar.
Setelah terpilihnya
Restu Ramdani menjadi pemimpin tertinggi Sigma 18, selanjutnya di pilihlah
jajaran menteri dan kabinet kerjanya. Secara mengejutkan dan mengguncangkan
khazanah peranggotaan, Nelis Alfani Santiaji yang merupakan anak dari seorang
Petugas Pos yang telah Gantung Amplop memutuskan untuk maju menjadi Sekretaris
Sigma 18, langkah tersebut menuai banyak kecaman dari berbagai pihak, namun
tidak ada yang berani untuk maju dan mencalonkan diri lagi sebagai Sekretaris
hingga akhirnya Nelis lah yang terpilih menjadi Sekretaris Sigma 18.
(First Majoor Secretarys)
Menilik dari latar belakangnya, Nelis Alfani santiaji adalah seorang mahasiswa berdarah Cisaga Ciamis, namun karena di besarkan di daerah Ciamis maka secara teritorial ia memilih Ciamis menjadi tanah kelahirannya. Diketahui bahwasanya Nelis Alfani santiaji merupakan lulusan dari SMA Negeri 3 Ciamis.
Setelah Pemimpin dan
Sekretaris Sigma 18 terpilih, selanjutnya adalah pemilihan bendahara dan wakil
bendahara, karena tidak ada yang berani dan sanggup menanggung beban moral yang
amat berat, dengan terpaksa dan berat hati Bu Angra Meta memilih Leli Nurhayati
Awaliah dan Pina Marlina untuk menjadi bendahara Sigma 18.
(Ministry Of Monetari)
Dengan penuh drama dan
berbagai argumentasi-argumentasi yang saling dilontarkan antar anggota Perserikatan setelah melewati perdebatan panjang dan akhirnya pemilihan
Kepengurusan SIGMA 18 telah selesai di laksanakan. Laporan Selesai.
Dalam tahun-tahun
pertama atau beberapa semester awal, SIGMA 18 dengan Pi Generation mampu
bekerja sama dan bersosialisasi dengan apik dan ciamik, tidak butuh waktu lama
untuk kedua kubu tersebut untuk saling bersatu padu menjadi sebuah keluarga
lintas kelas, seorang anggota Sigma 18 bernama Yayang Ayu Nuraeni memutuskan
berinisiatif untuk membuat sebuah Media sosial yang mewadahi keakraban dari
SIGMA18 dan PI GENERATION akun tersebut dinamai MATHDONG yang di dalamnya
terdapat banyak sekali potret album kenangan dari para member.
Singkat cerita ada sebuah insiden yang mana Yayang Ayu Nuraeni mengunggah sebuah Foto yang berisi tentang have fun atau seru seruan namun salah satu anggota Pi Generation kurang menerima hal tersebut dan memilih untuk menyelesaikan nya lewat perundingan Grup, tak kunjung jua memiliki titik temu akhirnya terjadilah perang dingin antara Yayang Ayu selaku administrator acount Media Sosial MATHDONG dengan seorang member dari PI GENERATION, yang mana orang tersebut melontarkan berbagai cibiran dan nyiyiran yang membuat beberapa anggota Sigma 18 saat itu geram dan memilih untuk menghindar dari hal-hal berbau ujaran kebencian. Entah karena trauma atau ingin mencairkan pikiran akhirnya yayang ayu menonaktifkan akun MATHDONG dan memilih untuk menghapus semua foto yang ikut serta di dalamnya.
Jauh sebelum hal tersebut, Sigma 18 dan Pi Generation telah beberapakali melaksanakan kegiatan bersama, semisal bimbingan Belajar tambahan yang di mentori oleh perwakilan dari masing-masing Kelompok, kemudian Bimbingan belajar bahasa Inggris yang di tenggarai oleh Selin Nur A dari Pi Generation. Kemudian ada acara ngeliwet bersama (dalam bahasa Indonesia artinya makan-makan bersama) yang di adakan di kediaman Restu Ramdani yang merupakan Rumah Singgahnya di daerah Benteng sebelah timur Ciamis.
antara bulan November atau Desember biasanya selalu diadakannya sebuah pertandingan tahunan antar angkatan khususnya di
pendidikan matematika.
Karena Sigma 18 dan Pi
Generation merupakan satu angkatan yang sama, akhirnya mereka memutuskan untuk
berkoalisi dan bersatu untuk menjuarai kompetisi tahunan tersebut. dengan menyatukan mimpi dan segenap tekad yang kuat, akhirnya untuk pertama kalinya dalam sejarah, Mereka bersatu.
Kendati Sigma 18 dan Pi
Generation merupakan kandidat baru dalam perburuan Juara, namun Sigma 18 dan Pi
Generation telah mampu memenangkan beberapa kompetisi cabang olahraga dan
beberapa keterampilan Seni, beberapa kompetisi yang di menangkan SIGMA dan Pi
Generation adalah
- Juara 1 Duta Matematika
- Juara 1 Debat
- Juara 1 Bulutangkis putri
- Juara 2 Bulu tangkis Campuran
- Juara 1 Catur Putra
- Juara 1 Catur Putri
- Juara 3 VolyyBall
- Juara 3 Futsal Putra
- Juara 3 Basket putri
- Juara 3 Basket Putri
Dan beberapa kemenangan lainya yang tidak dapat disebutkan satu-persatu.
Atas beberapa kemenangan Sigma x Pi Generation yang cukup gemilang hal tersebut membuat ALJABAR (Angkatan Lima Jadi Baraya) tidak dapat meremehkan Sigma x Pi Generation bahkan dapat menjadi suatu ancaman nyata pada kompetisi yang akan datang.
Kolaborasi antara Sigma
18 dan Pi Generation menghasilkan sebuah Komunitas Baru yang berisi
member-member Para Pria yang tampan dan rupawan, belakangan komunitas mereka
diberi nama Bayawak Association entah dari mana nama tersebut muncul, yang
jelas salah satu sumber menyebutkan bahwa nama tersebut muncul karena salah
satu dosen yang menyebutkan bahwa Sigma 18 dan Pi Generation di dalamnya
terdapat buaya-buaya lapar dan haus akan mangsa. (red; penulis)
Lantas Bayawak
Association melebarkan sayapnya untuk berwirausaha dengan menghasilkan beberapa
Produk makanan Ringan seperti Rengginang Milenial dan Pop Cron renyah untuk
mengisi kemumetan anggota ketika mendapati beberapa pelajaran atau mata kuliah
yang dirasa cukup membuat otak kepala berat dan hampir meledak.
Belakangan diketahui
juga bahwa kolaborasi Sigma 18 dengan Pi Generation menghasilkan suatu Group
Band yang pada saat itu belum di beri nama adapun anggotanya terdiri dari ;
- - Restu Ramdani
- - Fajar Prima P
- - Fahmi Nur S
- - Dike Ratih
- - Shafira Larasati
( Kerangka tersebut
merupakan titik balik awal mula terbentuknya group Band Semesta 22 )
Singkat Cerita Pada bulan September 2019 kepemimpinan Restu Ramdani telah berakhir dan membuat Bu Angra Meta memutuskan untuk mengadakan Emergency Meeting atau konferensi tingkat tinggi Sigma 18 untuk memilih kembali pemimpin sigma yang baru, diketahui pada priode sebelumnya bahwa kinerja dari Pemimpin Sigma 18 Restu Ramdani mendapatkan berbagai bentuk kemajuan khususnya dalam bidang akademis dan membuat Bu angra Meta beserta beberapa anggota Sigma 18 berinsiatif untuk mengangkat Restu Ramdani menjadi Pemimpin Sigma 18 periode kedua. Namun , atas beberapa arahan dan argumentasi yang penuh pertentangan, terlebih Restu Ramdani menyatakan untuk mundur dari kursi pemilihan yang mana keputusan tersebut membuat Bu angra meta menjadi dilema dan bimbang untuk menunjuk sekaligus memilih siapa yang pantas dan berhak menjadi pemimpin, karena tidak ada satu orang pun yang mau mengajukan diri untuk menjadi kandidat akhirnya dengan penuh pertimbangan Bu angra meta memilih Rusdi Attamami menjadi the next leader of Sigma 18. Keputusan tersebut disambut dengan antusias oleh warga sigma 18 mengingat keputusan Bu Angra Meta dalam memilih Rusdi Attamami sebagai pemimpin baru merupakan keputusan yang tepat, karena telah diketahui bahwa sifat, karakter dan jiwa kepemimpinan Rusdi Attamami sudah tidak diragukan lagi, terlebih Rusdi Attamami merupakan salah satu pengajar di Pondok Pesantren Al-Amin sebuah Pesantren yang namanya terdengar keseluruh penjuru Ciamis. adapun kabar buruk saat itu adalah Hilda yang merupakan seorang anggota Sigma yang pendiam pergi meninggalkan Kampus tercinta.
Akhirnya pada bulan
September 2019 Restu Ramdani lengser dari kursi kepemimpinan yang sekaligus
digantikan oleh Rusdi Attamami sebagai pemimpin tertinggi Sigma 18 yang kedua.
(2nd Leader of Sigma 18)
Rusdi Attamami adalah
seorang lulusan SMA Muhammadiyah dari wilayah Pangandaran, sekeluarnya ia dari sekolah ia
memutuskan untuk membantu ayahnya mengajar di pondok pesantren Al-Amin. Karena
mengetahui anaknya mempunyai kecerdasan di atas rata-rata maka sang ayah dan
beberapa komite sekolah memutuskan untuk menyekolahkan Rusdi Attamami untuk
kuliah Di Universitas Galuh Ciamis. Atas berbagai pertimbangan yang matang dan
penuh kebijaksanaan akhirnya Rusdi Attamami berangkat ke Ciamis. Diketahui
Rusdi Attamami tinggal di Rumah sewa Dari Nelis Alfani Santiaji.
Selain belajar tentang hal-hal akademis, Rusdi Attamami juga diketahui menyukai Otomotif yang berbau jiwa Laki. Ia bermimpi untuk mengikuti jejak Insinyur Habibie yang dapat mengharumkan nama Bangsa dengan berhasil menciptakan Pesawat Gatot Kaca.
Di dalam kepemimpinan
yang baru, Shafira Larasati dipilih sebagai Sekertaris yang baru untuk
menggantikan Nelis Alfani santiaji, adapun Shafira Larasati merupakan lulusan
dari sebuah sekolah yang berada di Bekasi, ia memilih universitas Galuh Ciamis
dikarenakan ia penat dalam padatnya kota Bekasi sebagai salah satu kota
metropolitan.
Di dalam kepemimpinan
Rusdi Attamami, ia berhasil menyatukan kembali Sigma 18 dengan Pi Generation
menjadi keluarga harmonis seperti awal kali di bentuk, setelah beberapa konflik
lamanya akhirnya ada seorang pemimpin yang dengan gagah berani memperbaiki
hubungan diplomatik kedua Kelompok tersebut, salah satu kerjasama Sigma 18
dengan Pi Generation di kepemimpinan Rusdi Attamami adalah dengan seringnya
mengadakan olahraga bersama Seperti Bola Basket yang dilaksanakan di daerah
Kertasari.
Hal tersebut membuat hubungan sigma dengan Pi Generation kembali hangat.
Diketahui Rusdi
Attamami adalah seorang pemimpin tegas dan berintegritas tinggi, tak segan
segan ia mengomentari beberapa kinerja dosen yang kurang maksimal dalam
memberikan perkuliahan, pernah juga beliau mendebat Ketua Laboratorium saat itu
karena dirasa perubahan jadwal praktikum memberatkan Sigma 18 yang notabene
merupakan Kelas Reguler.
Perdebatan tersebut cukup alot dan berjalan beberapa waktu lamanya namun dengan kebijaksanaanya Rusdi Attamami tetap menerima keputusan yang di tetapkan oleh ketua Laboratorium saat itu.
Rusdi Attamami juga
merupakan seorang pemimpin yang teladan dan berjiwa patriotik, tak jarang
ketika beberapa kesempatan di akhir mata kuliah ketika beberapa rekannya
mendapat pertanyaan yang berat, Rusdi dengan gagah dan berani menjawab semua
pertanyaan yang bersarang kepadanya, tak jarang juga dia maju di garis terdepan
ketika rekan-rekan nya mendapat suatu masalah.
Ketika Sigma 18 dan Pi Generation melaksanakan KKL ke Transstudio Bandung dan Pudak Saintifick Rusdi Attamami selalu maju ke depan ketika ada pemateri yang bertanya, bahkan di akhir KKL Rusdi Attamami mendapat sebuah penghargaan berupa alat peraga Matematika.
Tibalah saat dimana
Pertandingan tahunan antar angkatan di laksanakan.
Rusdi Attamami beberapa
kali ikut serta dalam kompetisi tersebut,
bahkan perlombaan paling fenomenal yang pernah di ikuti Pemimpin Rusdi
Attamami adalah Lomba bakiak, dengan cengkraman kaki yang kuat dan terkamanya
tim Rusdi berhasil menjuarai lomba Bakiak,
Sigma dan Pi Generation
kembali berkoalisi untuk merebut juara di kancah tertinggi adu gengsi tahunan
tersebut, beberapa pertandingan yang dimenangkan oleh Sigma 18 x Pi Generation
adalah sebagai berikut :
- Juara 1 Catur Pa
- Juara 1 Badminton PI
- Juara 1 Badminton campuran
- Juara 2 Badminton Pa
- Juara 1 Egrang
- Juara 1 sendal Bakiak
- Juara 1 Dogong
- Juara 2 Basket Pa
- Juara 2 Basket Pi
- Juara 1 Voly Ball
- Juara 1 Volly Ball Pi
- Juara 3 Akustik
Dan beberapa juara
lainya.
Diketahui beberapa kali
terjadi aciden antara Sigma x Pi Generation dengan Aljabar yang merupakan Rival
sejati.
Dan secara terhormat,
Sigma 18 mengakui kegemilangan Aljabar dalam puncak kelasemen kemenanganya.
Beberapa acara kedepan,
Sigma 18 pernah beberapa kali Tampil dalam Pagelaran Kreasi Seni dan beberapa
kali juga menampilkan Seni Tari Khas sigma 18 yang dengan gemulainya dapat
membuat penonton seisi Ruangan Takjub bahkan sesekali orang-oang berteriak saking dahsyatnya penampilan Sigma 18.
Salah satu agenda dalam kepemimpinan Rusdi Attamami adalah dengan mengadakan Buka Bersama Ramadhan 2019 yang diadakan di salah satu Rumah makan di daerah Ciamis, acara tersebut berjalan dengan sangat lancar dan tertib bahkan beberapa anggota Sigma 18 sangat mengapresiasi kinerja Rusdi Attamami.
Pada bulan Desember 2019 Bayawak mengadakan Kemah bersama antara member Sigma 18 dengan Pi Generation hanya saja acara tersebut hanya dihadiri beberapa orang saja.
Satu periode sudah
Rusdi Attamami mengemban amanah sebagai pemimpin tertinggi Sigma 18 kedua, dan
hal tersebut membuat Bu angra meta memutuskan untuk mengadakan Konferensi
tingkat tinggi ke 3 untuk menentukan kepengurusan Sigma 18.
Karena dengan ketiadaan
seorang pemimpin di dalam sigma 18 hak tersebut akan membuat keseimbangan
kelompok tidak setabil dan mudah untuk di serang kelompok lain.
Sayangnya memasuki semester 5 terjadi sebuah pandemic yang melanda seluruh dunia, dengan adanya pandemic tersebut kampus mengeluarkan beberapa kebijakan diantaranya, pertemuan kuliah dilaksanakan secara daring lewat Internet, hal tersebut membuat banyak sekali dilema terutama di Sigma 18.
Dengan seksama, Bu
angra meta menyatakan untuk mengadakan Emergency Meeting secara daring melalui
WhatsApp, seperti biasa dalam setiap pemilihan selalu tidak ada yang mau
menjadi pemimpin tertinggi di Sigma 18 dikarenakan beban moral yang cukup berat
dirasakan. Di sisi lain Rusdi attamami telah secara halus menolak untuk di
ikutkan kembali dalam pemilihan secara demokrasi, dirinya berujar ingin lebih
berfokus untuk kuliah dan menjalani hari-harinya dengan biasa.
Mendengar hal tersebut
Bu Angra Meta menjadi dilema dan bingung untuk keputusan apa yang akan
diambilnya, namun dengan tiba-tiba secara mengejutkan bu Angra Meta dengan
tegas dan tanpa kompromi memilih Roman Wijaya sebagai Pemimpin Tertinggi ketiga
Sigma 18, hal tersebut menuai berbagai kecaman dan argument-argumen yang
berseliweran, beberapa ada yang setuju dan beberapa ada yang kurang setuju dan
sisanya golput.
Beberapa argument
menyatakan bahwa dipilihnya Roman Wijaya akan mengurangi Intensitas Diplomatik
dengan kelompok lain, karena secara kita ketahui Bahwa Roman Wijaya merupakan
Seorang Mahasiswa yang tidak terlalu mencolok terutama dalam akademis dan
Sosial. Namun beberapa argument juga
menguatkan di angkatnya Roman Wijaya Sebagai New Leader Of Sigma 18, mengingat
sejauh ini perkuliahan dilaksanakan secara Online dengan adanya hal tersebut
tentu mengurangi kegiatan Offline sekaligus social antar kelompok.
Akhirnya keputusan Bu
Angra Memilih Roman Wijaya Sebagai Pemimppin Sigma terbaru priode 3 mendapat
apresiasi dari semua anggota, dan secara tekstual Rusdi Attamami dan Segenap
jajaranya mengundurkan diri dari kursi Kepemimpinan.
Dan secara tertulis
pada Bulan Agustus 2020 Roman Wijaya Resmi menjadi Pemimpin Sigma 18, dengan
bersamaan di pilihnya Repa Dwi Utami Sebagai Sekretaris.
Dilihat dari latar
belakangnya, Roman Wijaya adalah seorang Mahasiswa yang sebelumnya adalah Alumni dari SMKN 1
Cijulang, untuk mengetahui dimana tempat tinggalnya Roman wijaya kurang
diketahui secara pasti, karena dilihat dari histori Pendidikanya Roman Wijaya
Pernah Tinggal di Tanggerang, Banjar Patroman, Langensari, Parigi, Cijulang,
Kuningan, Cijulang dan terakhir di Ciamis. Menurut beberapa Sumber Roman Wijaya
Merupakan Seorang Pengembara Gila yang mencari sesuatu atas nama cinta,
sosoknya yang melanklonis sekaligus misterius dan pendiam membuatya di cap
kurang cocok menjadi seorang pemimpin. setelah Lulus dari sekolahnya Roman
Memutuskan untuk merantau ke daerah Cirebon dan bekerja sebagai Penjaga Toko
buku, hari-harinya banyak dihabiskan dengan membaca buku terutama buku yang
membahas tentang bidang Teknologi dan sejarah, kemudian Roman wijaya memutuskan
untuk masuk kuliah di unversitas Galuh Ciamis. Awalnya ia memilih Pendidikan
bahasa inggris namun entah kenapa dia sampai mendekam di jurusan Matematika,
namun ketersesatanya tersebut menjadikanya sebagai tantangan dan beliau selalu
percaya bahwa “sebanyak apapun cabang suatu sungai, akhirnya ke laut jua”
beberapa prestasi yang pernah diraih Roman Wijaya selama berada di Sigma 18
adalah menjuarai beberapa Pertandingan Catur pada acara tahunan, dan Fakta
mengejutkan adalah dia pernah mengikuti Lomba Bakiak bersama eks Pemimpin kedua
Sigma 18 yaitu Rusdi Attamami.
Sekertarisnya adalah
Repa Dwi Utami yang merupakan seorang mahasiswa yang berasal dari Randegan,
Tanjungjaya Rajadesa, kawali. Diketahui Repa dwi Utami adalah Alumni dari sekolah SMA N
1 Kawali. dan diketahui pula bahwa Repa dwi utami merupakan member Sigma 18 yang aktif
berorganisasi di dalam kampus sehingga hal tersebut menjadi alasan terkuat
atas dipilihnya dia sebagai Sekretaris Sigma 18.
Di awal kepemimpinanya
Roman Wijaya mengkoordinir beberapa dosen Pengampu yang akan mengajar di kelas
Sigma 18, sejauh ini kontribusinya belum lah terlalu banyak
dikarenakan situasinya yang memang tidak kondusif, pernah suatu hari Roman
Wijaya mengambil sebuah paket buku ketika Hujan lebat sedang turun di wilayah
ciamis selatan, namun ia memberanikan diri untuk mengambil buku paket yang
berada di rumah salah satu dosen yang terletak di daerah Baregbeg, dengan gagah
berani dia menerjang hujan dan badai untuk mengambil buku tersebut.
Beberapa tindaknya
memang kurang memberikan dampak yang signifikan untuk Sigma 18 hingga tak
terasa sampai pula di Pertengahan Semester 5 kepemimpinan Roman Wijaya.
Bersambung....................
Daftar Anggota Sigma 18
Reviewed by pujangga sang pengembara
on
November 05, 2020
Rating:












Tidak ada komentar: